Membangun Aplikasi Web Menggunakan AI
Materi, contoh prompt, dan alur praktik untuk membangun satu website dari nol.
Yang dilatih: mengubah ide menjadi instruksi yang jelas untuk AI.
Jenis web, target pengunjung, isi, dan tombol aksi ditentukan di awal.
Prompt ditulis jelas, bertahap, dan mudah direvisi.
Website dijalankan lewat Live Server di laptop sendiri.
Bagian yang kurang ditandai, lalu diperbaiki lewat prompt revisi.
Instruksi yang kabur membuat AI menebak: tampilannya rapi, isinya meleset.
AI tidak bisa menebak isi kepalamu.
Semua file project dikelola di sini.
Extension resmi OpenAI. Kode dibuat dan diperbaiki langsung dari editor.
Web dijalankan di alamat lokal seperti localhost.
Nama brand, pesan utama, tombol aksi.
Kelebihan produk atau usaha.
Produk, harga, gambar, deskripsi.
Kontak, WhatsApp, Instagram, alamat.
Nama brand, jenis web, target, kesan visual.
Deskripsi singkat, produk, harga, gambar kalau ada.
Pesan via WhatsApp, Lihat Katalog, atau Hubungi Kami.
WhatsApp, Instagram, alamat, atau kontak lain.
Intinya: hasil AI mengikuti bahan yang konkret. “Buatkan website yang bagus” terlalu umum untuk dieksekusi.
Satu file untuk tiap nama yang disebut AI.
Blok HTML ke index.html, CSS ke style.css, begitu seterusnya.
Ctrl+S setiap selesai mengisi satu file.
Dua blok tidak boleh tercampur di satu file.
Codex bisa membuat file langsung di folder project. Kalau kode hanya muncul di chat, disalin manual per blok — satu blok, satu file.
Folder project dibuka di VS Code.
Prompt utama dipakai untuk membuat file.
index.html dibuka lewat Live Server.
Bagian yang belum pas diperbaiki.
Desain bukan prioritas pertama. Yang dipastikan dulu: web muncul, data terbaca, fungsi tiap file dipahami.
Saat isi data.json diubah, tampilan katalog ikut berubah — HTML tidak perlu disentuh.
file:///C:/folder/index.html
Terbaca sebagai file biasa; data JSON sering gagal muncul.
http://127.0.0.1:5500
Berjalan lewat server lokal; JSON terbaca aman.
http://, bukan file:///.Satu folder project di VS Code.
HTML, CSS, JS, JSON lengkap.
Web muncul di browser.
Minimal tiga produk tampil.
Tombol aksi dan kontak benar.
Satu produk baru ditambahkan di data.json.
Warna, jarak, atau kartu produk dirapikan lewat AI.
Bagian yang diubah dijelaskan ulang: apa dan kenapa.
Tujuannya: web bisa diubah sendiri, bukan sekadar menerima hasil AI.
Tempat file project disimpan.
Semua file masuk ke satu repository.
Didaftarkan lewat akun GitHub.
Repository berubah jadi website ber-link.
Kenapa dua layanan? GitHub menyimpan filenya, Vercel yang menyajikannya sebagai website. Keduanya gratis, tanpa install apa pun.
Daftar di github.com, verifikasi lewat email.
+ → New repository → beri nama → Create.
Klik uploading an existing file, seret file ke sana.
Klik Commit changes.
index.html harus di halaman depan repo.Buka vercel.com → Continue with GitHub → Authorize.
Klik Add New... → Project.
Cari nama repo tadi, lalu klik Import.
Klik Deploy, tunggu sekitar satu menit.
dapur-rani.vercel.app yang bisa dibagikan ke siapa pun.index.html tidak ada di halaman depan repo.data.json.data.json dan path di script.js.Keripik.jpg dan keripik.jpg dianggap dua file berbeda.Web sudah online. Setelah sesi tinggal dirawat: foto diganti yang asli, produk ditambah, tulisan dirapikan.
Ardi Wolayan
Pemateri · Dev Forge